Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Dengan’kancil Dan Kucing Yang Bijak’cerita Pendek
Abstract
Keterampilan komunikasi yang efektif sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sosial, pendidikan, maupun profesional. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana cerita pendek dapat digunakan sebagai metode untuk meningkatkan keterampilan komunikasi. Cerita pendek dipilih karena kemampuannya untuk menyampaikan pesan secara singkat dan jelas, serta melibatkan berbagai elemen komunikasi, baik verbal maupun nonverbal, yang dapat dianalisis secara mendalam. Dengan pendekatan berbasis cerita, peserta didik dapat lebih mudah memahami dinamika komunikasi melalui karakter-karakter dalam cerita yang mewakili berbagai gaya dan situasi komunikasi.Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan melibatkan pembelajaran aktif melalui diskusi kelompok, permainan peran, dan refleksi yang mengintegrasikan cerita pendek sebagai alat untuk menganalisis dan mempraktikkan keterampilan komunikasi. Aktivitas ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mendengarkan, berbicara, serta menyampaikan perasaan dan pemikiran dengan jelas dan tepat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita pendek efektif dalam membantu peserta didik mengembangkan keterampilan komunikasi, seperti meningkatkan kemampuan berbicara dengan percaya diri, mendengarkan secara aktif, dan memahami perspektif orang lain. Selain itu, pembelajaran ini juga memperkuat keterampilan sosial seperti empati, kerja sama, dan pemecahan masalah dalam konteks komunikasi.Kesimpulannya, penggunaan cerita pendek sebagai metode dalam pembelajaran dapat meningkatkan keterampilan komunikasi secara signifikan, menjadikannya alat yang menarik dan efektif dalam pengembangan kemampuan komunikasi peserta didik di berbagai bidang.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Aminuddin, H. (2017). Strategi Pembelajaran Bahasa Anak Usia Dini. Jakarta: Prenadamedia.
Barton, D., & Hamilton, M. (2000). Literacy practices. In D. Barton, M. Hamilton, & R. Ivanic (Eds.), Situated Literacies (pp. 7–15). London: Routledge.
Cahyono, B. Y., & Widiati, U. (2004). The Teaching of EFL Listening in the Indonesian Context. TEFLIN Journal, 15(2), 179–192.
Hargie, O. (2011). Skilled Interpersonal Communication: Research, Theory and Practice. London: Routledge.
Iskandarwassid & Sunendar, D. (2008). Strategi Pembelajaran Bahasa. Bandung: Rosdakarya.
Kemendikbud. (2020). Panduan Pembelajaran Tematik SD. Jakarta: Kemdikbud.
Mulyasa, E. (2013). Pengembangan dan Implementasi Kurikulum 2013. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Nurgiyantoro, B. (2010). Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Piaget, J. (1971). The Psychology of Intelligence. New York: Littlefield, Adams & Co.
Suyatno. (2009). Pembelajaran Tematik. Yogyakarta: LaksBang Press.
Samsudin, A. (2015). Pengembangan Literasi Anak. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Slamet, S. Y. (2003). Pembelajaran Bahasa dan Sastra di SD. Jakarta: Universitas Terbuka.
Sulistyorini, N. (2018). Cerita sebagai Media Pembelajaran Bahasa. Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia, 6(1), 45–56.
Vygotsky, L. S. (1978). Mind in Society: The Development of Higher Psychological Processes. Harvard University Press.
Yuliani, S. (2021). Peran Cerita Anak dalam Pengembangan Karakter. Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak, 3(2), 123–131.
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Lembaga BIPA UMSU
Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
Kampus Utama
Jl. Kapten Muchtar Basri No.3, Glugur Darat II,Medan
Sumatera Utara-20238
E-mail: sebipa@umsu.ac.id
This work is licensed under aCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
View My Stats

