Pemanfaatan Cerita Rakyat dalam Jaringan Global Pengajaran Bahasa dan Budaya Indonesia

Nadia Mae

Abstract


Cerita rakyat merupakan salah satu bentuk kekayaan budaya Indonesia yang memiliki nilai edukatif, moral, dan sosial yang tinggi. Dalam era globalisasi, cerita rakyat tidak hanya menjadi warisan lisan yang dilestarikan secara turun-temurun, tetapi juga memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan sebagai media dalam pengajaran bahasa dan budaya Indonesia secara global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana cerita rakyat dapat digunakan dalam jaringan global pengajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) dan pengenalan budaya Indonesia di berbagai belahan dunia. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini menelaah praktik penggunaan cerita rakyat dalam kelas BIPA, kegiatan pertukaran budaya, serta pemanfaatannya dalam media digital seperti video animasi, e-book, dan podcast. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi cerita rakyat dalam proses pembelajaran bahasa membantu peserta didik asing memahami bahasa secara lebih kontekstual, menarik, dan menyenangkan. Cerita rakyat juga terbukti efektif dalam menyampaikan nilai-nilai budaya Indonesia yang khas dan memperkuat pemahaman lintas budaya. Selain itu, penyebaran cerita rakyat melalui jaringan digital memperluas jangkauan pembelajaran, menjadikannya sarana diplomasi budaya yang strategis dalam memperkenalkan Indonesia ke panggung dunia. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan kurikulum BIPA yang mengintegrasikan cerita rakyat secara sistematis, serta kolaborasi lintas sektor untuk mendigitalisasi dan mempromosikan cerita rakyat secara lebih luas. Dengan demikian, cerita rakyat tidak hanya berperan sebagai alat bantu pembelajaran, tetapi juga sebagai jembatan budaya antara Indonesia dan komunitas global.


Keywords


cerita rakyat, pengajaran bahasa, budaya Indonesia, BIPA, diplomasi budaya, jaringan global

Full Text:

PDF

References


Danandjaja, J. (2002). Folklor Indonesia: Ilmu Gosip, Dongeng dan Lain-lain. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.

Hartati, S. (2021). Digital Storytelling in Teaching Culture and Language to International Learners. Journal of Language and Culture Education, 3(2), 120–134.

Kemendikbud. (2020). Modul BIPA Level Dasar dan Menengah. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook. (2nd ed.). Thousand Oaks: Sage Publications.

Richards, J. C., & Rodgers, T. S. (2001). Approaches and Methods in Language Teaching. (2nd ed.). Cambridge: Cambridge University Press.

Sari, R. A., & Pramudita, B. (2019). Integrating Local Culture in Language Learning: A Case Study on Indonesian Folktales. Journal of Language and Education, 7(1), 45–59.

Yuliana, D. (2020). The Use of Folklore in Teaching Indonesian to Foreign Speakers (BIPA). Indonesian Journal of Applied Linguistics, 10(3), 601–610.

Widodo, H. P. (2018). A Critical Micro-Semiotic Analysis of Values Depicted in the Indonesian Ministry of Education and Culture-Endorsed Secondary School English Textbook. Pedagogy, Culture & Society, 26(1), 65–80.

UNESCO. (2003). Convention for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage. Paris: UNESCO Publishing.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Lembaga BIPA UMSU

Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
Kampus Utama
Jl. Kapten Muchtar Basri No.3, Glugur Darat II,Medan
Sumatera Utara-20238
E-mail: sebipa@umsu.ac.id

Creative Commons License

This work is licensed under aCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats