Pemaknaan Wacana “Bahasa Gaul” Oleh Mahasiswa Fkip: Studi Semiotik-Pragmatik
Meutia Apriliza Ardiani
Abstract
Penelitian ini menganalisis pemaknaan wacana “bahasa gaul” oleh mahasiswa FKIP dengan pendekatan semiotik-pragmatik. Bahasa gaul dipahami bukan sekadar variasi linguistik informal, tetapi sebagai bentuk ekspresi identitas, solidaritas sosial, dan respons terhadap norma kebahasaan formal. Data dikumpulkan melalui observasi dan analisis video percakapan mahasiswa dalam situasi informal. Hasil analisis menunjukkan bahwa mahasiswa menggunakan bahasa gaul sebagai simbol keakraban, alat negosiasi makna, dan sarana menciptakan citra diri santai dan inklusif. Secara semiotik, kata-kata seperti “gass”, “santuyy”, dan partikel “-la” merepresentasikan nilai budaya serta afiliasi kelompok. Sementara secara pragmatik, bahasa gaul dipakai dalam tindak tutur direktif, ekspresif, dan representatif yang menunjukkan kesadaran konteks dan hubungan sosial. Meskipun dominan di ruang informal, mahasiswa menunjukkan kemampuan adaptasi dengan membedakan penggunaan bahasa dalam situasi akademik. Temuan ini menegaskan bahwa bahasa gaul berperan sebagai bentuk wacana yang dinamis dan kontekstual dalam pembentukan identitas mahasiswa FKIP sebagai individu sosial sekaligus calon pendidik profesional.
Kata kunci: bahasa gaul, semiotik, pragmatik, mahasiswa FKIP, wacana
Chaer, A. (2010). Sosiolinguistik: Perkenalan awal. Jakarta: Rineka CiptaHaryanto. (2015). Pendidikan berbasis kearifan lokal: Sebuah pendekatan pembelajaran kontekstual. Yogyakarta: Deepublish.
Danesi, M. (2004). Messages, Signs, and Meanings: A Basic Textbook in Semiotics and Communication. Toronto: Canadian Scholars’ Press.
Nababan, P. W. J. (1993). Sosiolinguistik: Suatu Pengantar. Jakarta: Gramedia.