Wacana Kesalahpahaman dalam Kelas Bipa: Studi Pragmatik Antarkultural

Natasya Putri Aulia

Abstract


Kesalahpahaman dalam komunikasi lintas budaya sering kali terjadi dalam interaksi antarpenutur dari latar budaya berbeda, termasuk dalam pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji wacana kesalahpahaman yang muncul dalam interaksi antara peneliti dan seorang mahasiswa BIPA asal Thailand saat mengenalkan makanan khas Indonesia, yaitu Rujak, Bakso, Dan Batagor. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode observasi partisipatif, wawancara, dan dokumentasi wacana yang terjadi selama kegiatan berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahpahaman timbul akibat perbedaan persepsi budaya terhadap istilah, bentuk penyajian, serta rasa makanan. Melalui wacana yang terbangun, proses negosiasi makna dan klarifikasi terjadi sebagai bentuk penyesuaian makna antarbudaya. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan pragmatik antarkultural dalam memahami dinamika interaksi pada program BIPA.


Keywords


Kesalahpahaman Antarkultural, Mahasiswa BIPA, Wacana.

Full Text:

PDF

References


Astuti, I. D., & Prasetyo, H. (2021). Peran wacana dalam penyelesaian konflik interpretasi budaya dalam interaksi BIPA. Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra, 6(2), 123–135.

Brown, H. D. (2007). Principles of language learning and teaching (5th ed.). New York: Pearson Longman.

Byram, M. (1997). Teaching and assessing intercultural communicative competence. Clevedon: Multilingual Matters.

Cahyaningsih, S., & Yusoff, A. S. (2020). Pembelajaran BIPA bagi tingkat pemula. Proceeding of the 3rd International Conference on Education, Thailand.

Duranti, A. (1997). Linguistic anthropology. Cambridge: Cambridge University Press.

Farb, P., & Armelagos, G. (1980). Consuming passions: The anthropology of eating. Boston: Houghton Mifflin.

Gudykunst, W. B. (2004). Bridging differences: Effective intergroup communication (4th ed.). Thousand Oaks: Sage Publications.

Hall, E. T. (1976). Beyond culture. New York: Anchor Books.

Hofstede, G. (2001). Culture’s consequences: Comparing values, behaviors, institutions, and organizations across nations (2nd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage.

Kramsch, C. (1998). Language and culture. Oxford: Oxford University Press.

Neuliep, J. W. (2012). Intercultural communication: A contextual approach (5th ed.). Thousand Oaks: Sage.

Rahmawati, D. (2019). Kesalahpahaman dalam interaksi budaya: Studi kasus di kelas BIPA. Prosiding Seminar Internasional Pendidikan Bahasa Indonesia, 3(1), 89–97.

Samovar, L. A., Porter, R. E., & McDaniel, E. R. (2010). Intercultural communication: A reader (13th ed.). Boston: Wadsworth.

Scollon, R., & Scollon, S. W. (2001). Intercultural communication: A discourse approach (2nd ed.). Oxford: Blackwell Publishing.

Thomas, J. (1983). Cross-cultural pragmatic failure. Applied Linguistics, 4(2), 91–112.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Lembaga BIPA UMSU

Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
Kampus Utama
Jl. Kapten Muchtar Basri No.3, Glugur Darat II,Medan
Sumatera Utara-20238
E-mail: sebipa@umsu.ac.id

Creative Commons License

This work is licensed under aCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats