Wacana Humor Dalam Interaksi Kelas BIPA: Strategi Pengajar Dalam Membangun Koneksi Sosial

Reni Anjar Wati

Abstract


Humor memiliki peran penting dalam interaksi kelas, terutama dalam pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Penggunaan humor oleh pengajar tidak hanya berfungsi sebagai alat untuk menghidupkan suasana kelas, tetapi juga sebagai strategi dalam membangun koneksi sosial dengan mahasiswa. Penelitian ini menganalisis bagaimana humor digunakan dalam kelas BIPA sebagai sarana meningkatkan keterlibatan mahasiswa, mengurangi kecanggungan komunikasi, serta memperkuat hubungan interpersonal antara pengajar dan mahasiswa. Dengan menerapkan humor yang sesuai dengan konteks budaya dan tingkat pemahaman mahasiswa, pengajar dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif dan nyaman. Kajian ini menunjukkan bahwa humor tidak hanya berkontribusi terhadap efektivitas pembelajaran, tetapi juga terhadap terbentuknya atmosfer yang mendukung interaksi sosial yang positif, sehingga memperkuat motivasi serta rasa kebersamaan dalam kelas BIPA. 

Keywords


Humor, Interaksi Kelas BIPA , Hubungan Sosial

Full Text:

PDF

References


Attardo, S. (1994). Linguistic Theories of Humor. Berlin: Mouton de Gruyter.

Bell, N. D. (2009). Learning about and through humor in the second language classroom. Language Teaching Research, 13(3), 241–258.

Dörnyei, Z., & Murphey, T. (2003). Group Dynamics in the Language Classroom. Cambridge: Cambridge University Press.

Dynel, M. (2009). Beyond a joke: Types of conversational humour. Language and Linguistics Compass, 3(5), 1284–1299.

Garner, R. L. (2006). Humor in pedagogy: How ha-ha can lead to aha! College Teaching, 54(1), 177–180.

Hay, J. (2001). The pragmatics of humor support. Humor: International Journal of Humor Research, 14(1), 55–82.

Holmes, J. (2000). Politeness, power and provocation: How humor functions in the workplace. Discourse Studies, 2(2), 159–185.

Holmes, J., & Marra, M. (2002). Having a laugh at work: How humour contributes to workplace culture. Journal of Pragmatics, 34(12), 1683–1710.

MacIntyre, P. D., & Mercer, S. (2014). Introducing positive psychology to SLA. Studies in Second Language Learning and Teaching, 4(2), 153–172.

Martin, R. A. (2007). The Psychology of Humor: An Integrative Approach. Burlington, MA: Elsevier.

Nesi, H. (2012). Laughter in university lectures. Journal of English for Academic Purposes, 11(2), 79–89.

Paramita, N. (2018). Humor dalam pembelajaran BIPA sebagai sarana membangun kedekatan sosial. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 3(1), 12–21.

Raskin, V. (1985). Semantic Mechanisms of Humor. Dordrecht: Reidel.

Shade, R. A. (1996). License to Laugh: Humor in the Classroom. Westport, CT: Greenwood Press.

Vásquez, C. (2011). Complaints online: The case of TripAdvisor. Journal of Pragmatics, 43(6), 1707–1717.

Wanzer, M. B., Frymier, A. B., & Irwin, J. (2010). An explanation of the relationship between instructor humor and student learning: Instructional humor processing theory. Communication Education, 59(1), 1–18.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Lembaga BIPA UMSU

Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
Kampus Utama
Jl. Kapten Muchtar Basri No.3, Glugur Darat II,Medan
Sumatera Utara-20238
E-mail: sebipa@umsu.ac.id

Creative Commons License

This work is licensed under aCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats