Konstruksi Wacana Nasionalisme dalam Modul Pembelajaran BIPA: Kajian Kritis

Rizky Anriyanti Siregar

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konstruksi wacana nasionalisme dalam modul pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), dengan fokus pada representasi makanan Indonesia sebagai simbol budaya. Modul BIPA tidak hanya berfungsi sebagai alat pengajaran bahasa, tetapi juga sebagai sarana diplomasi budaya yang memperkenalkan nilai-nilai kebangsaan Indonesia kepada mahasiswa asing. Pengenalan makanan tradisional Indonesia, seperti gudeg dan opor ayam, di dalam modul BIPA berperan dalam menyampaikan narasi nasionalisme melalui simbol budaya yang mencerminkan nilai kebersamaan, gotong royong, dan identitas kolektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode Analisis Wacana Kritis (AWK) model Norman Fairclough. Data diperoleh melalui analisis teks modul BIPA digital, wawancara semi-terstruktur dengan tiga mahasiswa asing asal Thailand, serta observasi informal terhadap interaksi mereka dengan materi ajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengenalan makanan Indonesia dalam modul BIPA mengandung narasi ideologi nasionalisme yang membentuk persepsi mahasiswa asing terhadap budaya Indonesia. Respons mahasiswa asing menunjukkan keterhubungan emosional dengan budaya Indonesia, serta meningkatnya minat terhadap budaya lokal, terutama dalam konteks kebiasaan sosial terkait makanan.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa modul BIPA berfungsi sebagai alat diplomasi budaya yang efektif dalam membangun komunikasi nasional dan memperkenalkan Indonesia kepada dunia melalui simbol budaya yang mudah dipahami.


Keywords


nasionalisme, analisis wacana kritis, mahasiswa asing BIPA

Full Text:

PDF

References


Fairclough, N. (1995). Critical Discourse Analysis: The Critical Study of Language. London: Longman.

Van Dijk, T. A. (2006). Discourse and Context: A Sociocognitive Approach. Cambridge: Cambridge University Press.

Wodak, R., & Meyer, M. (2009). Methods of Critical Discourse Analysis (2nd ed.). London: SAGE Publications.

Gee, J. P. (2011). How to Do Discourse Analysis: A Toolkit. New York: Routledge.

Sugihastuti. (2018). Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) sebagai Sarana Diplomasi Budaya. Jurnal Kebudayaan Indonesia, 3(1), 12–20.

Haryanto, S. (2019). Integrasi Budaya dalam Modul BIPA sebagai Strategi Diplomasi Budaya. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 19(2), 135–147.

Mulyana, D. (2020). Wacana dan Komunikasi: Pendekatan Pragmatik dan Kritis. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Suryadi, A. (2016). Pendidikan dan Nasionalisme: Membangun Karakter Bangsa Melalui Pendidikan. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 22(1), 22–32.

Widodo, H. P. (2021). Representasi Ideologi dalam Buku Teks BIPA: Sebuah Pendekatan Wacana Kritis. Jurnal Linguistik dan Pendidikan Bahasa Indonesia, 10(2), 101–115.

Zaim, M. (2021). Nilai-Nilai Budaya dalam Pengajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing. Jurnal Ilmu Pendidikan Bahasa, 6(3), 234–245.

Wulandari, I. M. (2020). Analisis Wacana Kritis pada Buku Teks BIPA: Representasi Nasionalisme Indonesia. Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia, 5(1), 77–89.

Putri, R. A. (2020). Representasi Budaya Lokal dalam Buku Ajar BIPA: Kajian Semiotic dan Ideologi. Jurnal Bahasa dan Budaya, 7(1), 45–56.

Lestari, N. (2018). Strategi Diplomasi Budaya dalam Modul BIPA: Analisis Isi Budaya. Jurnal Humaniora, 30(2), 112–121.

Nugroho, A. (2020). Peran Modul BIPA dalam Membangun Citra Budaya Indonesia. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 24(1), 89–101.

Yuliana, S. (2017). Penyisipan Nilai Kebangsaan dalam Materi Ajar Bahasa Indonesia. Jurnal Wacana Pendidikan, 8(2), 55–67.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Lembaga BIPA UMSU

Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
Kampus Utama
Jl. Kapten Muchtar Basri No.3, Glugur Darat II,Medan
Sumatera Utara-20238
E-mail: sebipa@umsu.ac.id

Creative Commons License

This work is licensed under aCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats