KRISIS PERCAYA DIRI SISWA DI DALAM KELAS BAHASA INGGRIS

Nayla Oktofia Ramadhani

Abstract


Penelitian ini menganalisis fenomena Krisis Percaya Diri Siswa di Kelas Bahasa Inggris yang dialami oleh siswa dalam pembelajaran bahasa Inggris di kelas sebagai bahasa asing (English Foreign Language) di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab penurunan kepercayaan diri siswa serta dampaknya terhadap performa berbicara dan penguasaan berbahasa Inggris. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif yang melibatkan 7 siswa dan 3 guru Bahasa Inggris sebagai partisipan melalui wawancara yang mendalam, observasi kelas dan jurnal maupun buku yang menjadi referensi. Hasil penelitian dapat menunjukkan tiga fakor utama penyebab Krisis Percaya Diri Siswa di Kelas Bahasa Inggris, yaitu: (1) Takut akan membuat kesalahan pelafalan dan aksen, (2) Khawatir akan pandangan teman, dan (3) Kurangnya dukungan dari lingkungan belajar dan teman. Selain itu, penelitian ini dapat mengidentifikasi peran guru dalam membangun suasana kelas yang positif dan membangun rasa percaya diri siswa dalam berpartisipasi selama pembelajaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan strategi pembelajaran yang inovatif seperti quiz games, role-play, dan pembelajaran kooperatif yang dapat meningkatkan komunikasi siswa dalam mengatasi Krisis Percaya Diri. Penelitian ini dapat memberikan motivasi bagi pendidik untuk mengimplementasikan pendekatan yang lebih relevan dalam kelas Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (English Foreign Language) dan mendukung proses pembelajaran secara psikologis. 

Keywords


Krisis Percaya Diri, Kelas Bahasa Inggris, Metode Kualitatif

Full Text:

PDF

References


Bandura, A. (1977). Self-efficacy: Toward a unifying theory of behavioural change.

Psychological Review, 84(2). 191-215.

Creswell, J. W. (2007). Qualitative inquiry & research design: Choosing among five

approaches (2nd ed.). Sage Publications.

Dörnyei, Z. (2001). Teaching and researching: Motivation. Longman.

Driver, M. (2005). Using games in the English language classroom. In J. C. Richards & W. A.

Renandya (Eds.), Methodology in language teaching: An anthology of current practice (pp.

-245). Cambridge University Press.

Gao, Y. (2009). Sociable learning and the emotional life of EFL learners. Chinese Journal of

Applied Linguistics, 12(1), 98-112.

Gardner, R. C. (1985). Social psychology and second language learning: The role of attitude and

motivation. Edward Arnold.

Gilbert, J. (2008). Teaching pronunciation: A reference for teachers of English to speakers of

other languages. CEL.

Hadfield, J. (1992). Classroom dynamics. Oxford University Press.

Horwitz, E. K., Horwitz, M. B., & Cope, J. (1986). Foreign language classroom anxiety. The

Modern Language Journal, 70(2), 125-132.

Kagan, S. (1994). Cooperative learning. Kagan Publishing.

Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic inquiry. Sage Publications.

MacIntyre, P. D. (2002). Motivation, anxiety and emotion in second language acquisition. In P.

Robinson (Ed.), Individual differences in instructed language learning (pp. 45-68). John

Benjamins Publishing.

Stake, R. E. (2006). Multiple case study analysis. Guilford Press.

Tsui, A. B. M. (1996). Reticence and anxiety in language learning. In K. M. Bailey & D. Nunan

(Eds.), Voices from the language classroom (pp. 145-167). Cambridge University Press.

Ur, P. (1996). A course in language teaching: Practice and theory. Cambridge University Press.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Lembaga BIPA UMSU

Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
Kampus Utama
Jl. Kapten Muchtar Basri No.3, Glugur Darat II,Medan
Sumatera Utara-20238


📞 Informasi:
+62 821-3145-7137 (Rahma)
+62 877-6337-1161 (Annisa)

🔗 Link Pendaftaran:
https://linktr.ee/SEBIPA2026, E-mail: sebipa@umsu.ac.id

Creative Commons License

This work is licensed under aCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats