Bahasa Puisi, Bahasa Dunia: Analisis Kesadaran Budaya dan Diplomasi dalam Karya W.S Rendra

Nazwa Pohan

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji puisi-puisi W.S. Rendra sebagai medium diplomasi kultural yang merepresentasikan kesadaran budaya dan eksplorasi tema-tema universal kemanusiaan. W.S. Rendra dikenal sebagai penyair yang tidak hanya menyuarakan realitas sosial-politik dalam negeri, tetapi juga mengekspresikan nilai-nilai lintas budaya yang dapat menjembatani pemahaman antarbangsa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis wacana sastra dan hermeneutika budaya. Objek kajian difokuskan pada beberapa puisi Rendra yang memuat tema-tema seperti keadilan, perdamaian, kemanusiaan, dan kebebasan berekspresi, yang secara implisit maupun eksplisit berpotensi menjadi narasi diplomasi budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa puisi Rendra sarat akan simbolisme dan nilai-nilai universal yang mampu melampaui batas geografis dan ideologis. Kesadaran budaya dalam puisinya tidak hanya tampak dalam penggambaran lokalitas dan tradisi, tetapi juga dalam cara ia membuka ruang dialog dengan budaya lain. Puisi-puisi tersebut berperan sebagai wacana alternatif dalam membangun citra bangsa yang inklusif dan humanis di mata dunia. Dengan demikian, karya-karya Rendra memiliki kontribusi signifikan dalam diplomasi antarbangsa berbasis kebudayaan dan bahasa. Studi ini merekomendasikan integrasi sastra sebagai alat diplomatik non-formal dalam pendidikan dan kebijakan luar negeri, guna memperkuat hubungan antarbangsa melalui pendekatan empatik dan dialogis. Temuan ini diharapkan dapat memperluas pemahaman terhadap potensi puisi sebagai bahasa dunia yang menyuarakan harapan dan kemanusiaan universal.


Keywords


diplomasi budaya, kesadaran budaya, puisi, tema universal

Full Text:

PDF

References


Byram, M. (1997). Teaching and assessing intercultural communicative competence. Multilingual Matters.

Freire, P. (1970). Pedagogy of the oppressed. Herder and Herder.

Hall, S. (1997). Representation: Cultural representations and signifying practices. Sage Publications.

Nye, J. S. (2004). Soft power: The means to success in world politics. Public Affairs.

Bennett, M. J. (1993). Towards ethnorelativism: A developmental model of intercultural sensitivity. In R. M. Paige (Ed.), Education for the intercultural experience (pp. 21–71). Intercultural Press.

Rendra, W. S. (1984). Sajak Seorang Tua di Pinggir Kali. Pustaka Sinar Harapan.

Rendra, W. S. (1972). Bersatulah Pelacur-Pelacur Jakarta. Pustaka Jaya.

Rendra, W. S. (1993). Perjuangan Suku Naga. Bentang Budaya.

Suryadi, S. (2010). W.S. Rendra dan Puisi Teaterikal Indonesia. Jurnal Poetik, 7(2), 45–59.

Anwar, H. (2021). Diplomasi Budaya dalam Sastra Indonesia Modern. Jurnal Ilmu Budaya, 19(1), 15–30.

Subroto, R. (2018). Bahasa dan Simbolisme dalam Karya Sastra Rendra. Jurnal Bahasa dan Seni, 46(2), 102–116.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Lembaga BIPA UMSU

Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
Kampus Utama
Jl. Kapten Muchtar Basri No.3, Glugur Darat II,Medan
Sumatera Utara-20238
E-mail: sebipa@umsu.ac.id

Creative Commons License

This work is licensed under aCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats