REPRESENTASI MULTILINGUALIS DALAM LANSKAP LINGUISTIK STUDI KASUS MUSEUM DI KOTA MEDAN

Dimas Ade Nugraha, Sri Listiana Izar

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi multilingualisme dalam lanskap linguistik museum di Kota Medan, khususnya pada Museum Perkebunan Indonesia dan Museum Negeri Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik dokumentasi, simak, dan catat. Data penelitian berupa teks visual kebahasaan yang terdapat pada papan informasi, label koleksi, dan petunjuk arah museum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga bahasa yang digunakan, yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Latin. Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris menjadi bahasa yang paling dominan digunakan dalam lanskap linguistik museum dengan persentase masing-masing sebesar 70%, sedangkan Bahasa Latin digunakan secara terbatas sebesar 16%. Berdasarkan bentuk penggunaannya, ditemukan bentuk monolingual, bilingual, dan multilingual, dengan bentuk bilingual sebagai bentuk yang paling dominan. Penggunaan bilingual menunjukkan upaya museum dalam menghadirkan ruang publik edukatif yang inklusif bagi pengunjung lokal maupun internasional. Penelitian ini menunjukkan bahwa lanskap linguistik museum tidak hanya berfungsi sebagai media informasi, tetapi juga sebagai representasi identitas budaya dan strategi komunikasi institusional.


Keywords


multilingualisme, lanskap linguistik, museum, ruang publik

Full Text:

PDF

References


Abdullah, C. U., & Wulung, S. R. P. (2023). Lanskap Linguistik Daya Tarik Wisata: Aspek Multilingualisme di Kawasan Pariwisata Nasional Lembang dan Tangkubanparahu. Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya, 14(1), 43–49. https://doi.org/10.31294/khi.v14i1.14350

Anam, A. K., Purnama, Y., & Hilaliyah, H. (2024). Lanskap Linguistik di Stadion Patriot Candrabhaga Kota Bekasi. Indonesian Language Education and Literature, 10(1), 21. https://doi.org/10.24235/ileal.v10i1.15054

Alisoy, H. (2025). Multilingualism : Cognitive , Social , and Educational Dimensions in a Globalized World. 2(2), 28–38.

Bin-Tahir, S. Z. (2015). Multilingual education in pesantren context. Yogyakarta: Deepublish.

Diana, R., Hasanah, F., & Putri, M. (2022). Kajian lanskap linguistik pada Museum Keraton Sumenep. Jurnal Bahasa dan Budaya, 9(2), 88–101. https://doi.org/10.5678/jbb.v9i2.2022

Gorter, D. (2016.). Methods and techniques for linguistic landscape research : About definitions , core issues and technological innovations.

Harjanto, T. (2024). Pendekatan kualitatif dalam penelitian bahasa dan budaya. Jurnal Metodologi Penelitian Bahasa, 6(1), 12–25. https://doi.org/10.4567/jmpb.v6i1.2024

Janusheva, V., & Macedonia, N. (2024). T - b , r n m. Edwards 2012, 1–15. https://doi.org/10.31902/fll.48.2024.10

Jaworski, A., & Thurlow, C. (2010). Semiotic landscapes: Language, image, space. Continuum.

Kuraesin, U. (2025). Linguistic Landscape in Bandung Geology Museum. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, Dan Sastra, 11(2), 1987–1994. https://doi.org/10.30605/onoma.v11i2.5747

Landry, R., & Bourhis, R. Y. (1997). Linguistic landscape and ethnolinguistic vitality. Journal of Language and Social Psychology, 16(1), 23–49.

Li, J., Dang, A., & Song, Y. (2022). Defining the ideal public space : A perspective from the publicness. Journal of Urban Management, 11(4), 479–487. https://doi.org/10.1016/j.jum.2022.08.005

Mahmud, A. (2025). Metode penelitian deskriptif kualitatif dalam kajian linguistik. Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia, 13(1), 30–42. https://doi.org/10.2345/jpbi.v13i1.2025

Noviana, D., & Indah, S. (2025). Multilingual practices in educational tourism: Linguistic landscape at Jawa Timur Park 2. Journal of Tourism and Language Studies, 7(1), 67–80. https://doi.org/10.4567/jtls.v7i1.2025

Rohman, M. S., Masqotul, M., & Romadlani, I. (n.d.). Lanskap Linguistik Museum di Madura: Studi Kasus Museum Mandhilaras Pamekasan Madura. In Culture, and Language (Vol. 2, Issue 1).

Sari, R. W. (2025). Museum: Sumber belajar dan pariwisata sejarah budaya di Kota Lubuklinggau. Edukasi Elita: Jurnal Inovasi Pendidikan, 2(2), 208–215

Shohamy, E., & Gorter, D. (2009). Linguistic landscape: Expanding the scenery. Routledge.

Saragih, M. (2025). Virtual linguistic landscape in North Sumatra: Language, identity, and ideology in digital public space. APSPBI International Conference and Annual Business Meeting (ICON-ABM 2025), 388–400.

Saragih, M., Harisma, R., Nissa, K., & Saragih, M. A. T. S. (2025). Analysis of language policy and language ideology in Medan City public spaces: A study of linguistic landscape. IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Literature, 13(1), 2400–2426.

Sutrisno, D. B. (2023). Multilingualism & Translanguaging: A Review of Translanguaging Practices in the Linguistically Diverse Indonesian EFL Classrooms. Journal of Languages and Language Teaching, 11(3), 547. https://doi.org/10.33394/jollt.v11i3.8265

Widiyanto, A. (2019). Bilingual signage in Museum Radya Pustaka Surakarta. Jurnal Kajian Bahasa dan Pariwisata, 4(2), 91–103. https://doi.org/10.3456/jkbp.v4i2.2019

Wulandari, R., Hidayat, A., Amalia, R., Fadli, M., Pasundan, U., & Widyatama, U. (2023). Reimagining Literacy Practices in Indonesian Classrooms : Translanguaging Pedagogies in Multilingual Contexts. 20(1), 80–98.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Lembaga BIPA UMSU

Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
Kampus Utama
Jl. Kapten Muchtar Basri No.3, Glugur Darat II,Medan
Sumatera Utara-20238


📞 Informasi:
+62 821-3145-7137 (Rahma)
+62 877-6337-1161 (Annisa)

🔗 Link Pendaftaran:
https://linktr.ee/SEBIPA2026, E-mail: sebipa@umsu.ac.id

Creative Commons License

This work is licensed under aCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats