PENGENALAN CERITA RAKYAT ANGKOLA BAGI PEMELAJAR BIPA Kajian Nilai, Tantangan, dan Strategi Pengenalan Lintas Budaya
Abstract
Cerita rakyat Angkola kaya akan nilai religius, moral, sosial, kekerabatan, dan estetis. Namun, pengenalannya kepada pemelajar BIPA menghadapi tantangan lintas budaya: ketiadaan padanan leksikal untuk istilah kunci seperti holong dan dalihan natolu, perbedaan sistem kekerabatan patrilineal matrilokal dengan budaya Barat, serta logika magis yang disikapi skeptis. Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai-nilai utama dalam cerita rakyat Angkola, menganalisis tantangan dalam pengenalannya kepada penutur asing, serta merumuskan strategi pengenalan lintas budaya yang efektif. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik analisis isi, data dikumpulkan dari dokumentasi cerita rakyat dan wawancara dengan budayawan. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis isi dan wawancara, Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kasih sayang, kekerabatan (dalihan natolu), dan kerja keras merupakan nilai dominan. Tantangan utama meliputi ketiadaan padanan leksikal dan perbedaan logika naratif. Strategi yang direkomendasikan mencakup adaptasi cerita, glosarium budaya, dan pendekatan etnopedagogi. Temuan model 'Nilai Trias Angkola', rumus LEC (Localization-Explanation-Comparison), dan 'Peringatan Budaya' menjadi kontribusi utama bagi pengembangan bahan ajar BIPA berbasis kearifan lokal. Hal ini menunjukkan dominasi nilai moral (40%) dan kekerabatan (30%). Strategi yang direkomendasikan meliputi glosarium budaya digital, adaptasi cerita berjenjang tiga level, storytelling virtual dwibahasa, animasi dan komik digital, serta program pertukaran budaya 'Angkola Folklore Fellow'. Temuan model 'Nilai Trias Angkola'.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Amri, Y. K. (2018). Kearifan lokal adat istiadat Tapanuli Selatan. Kun Fayakun. Surabaya.
Amri, Y. K., & Putri, D. M. (2020). Folklor etnik: Kearifan lokal etnik sebagai bias nilai budaya pada folklor. BIRCU-Publishing
Amri, Y. K., & Putri, D. M. (2020). Meaning the Values of Onang-Onang Voice at the Manortor's Tradition. Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal), 3(4), 1-8. DOI: https://doi.org/10.33258/birci.v5i3.6881
Amri, Y. K., Saragih, E., & Syahputra, B. P. (2022). Revitalizing Local Wisdom of Turi-Turian Folklore as a Reflection of the Angkola Ethnic Group. Humanus, 22(2), 201-220.
DOI : https://doi.org/10.24036/humanus.v20i2.114439
Amri, Y. K., & Putri, D. M. (2022). Meretas Nilai-Nilai Budaya Etnik Melalui Cerita Rakyat. Talenta Conference Series: Local Wisdom, Social, and Arts (LWSA), 5(2), 209-216. https://doi.org/10.32734/lwsa.v5i2.1378
Amri, Y. K. (2021). Bittot Van De Longas' Indiscriminate as a Message of Angkola Culture. Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal), 4(4), 10539-10546. DOI: https://doi.org/10.33258/birci.v4i4.3099
Amri, Y. K. (2018). Mangupa; An Oral Tradition of Angkola Community. Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal), 1(2I), 51-61.
Amri, Y. K., & Syahputri, D. (2020). The Local Wisdom of Angkola in Efforts to Love the Environment. Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal), 3(3), 2053-2063.
Bennett, M. J. (2017). Basic concepts of intercultural communication: Paradigms, principles, & practices (2nd ed.). Intercultural Press.
Danandjaja, J. (2007). Folklore Indonesia: Ilmu gosip, dongeng, dan lain-lain. Pustaka Utama Grafiti.
Harahap, B. H. (2004). Siala sampagul: Nilai-nilai luhur budaya masyarakat Kota Padangsidimpuan. Pustaka.
Hermansyah, H., & Lestari, P. (2022). Digital comic media for introducing Lombok folklore to foreign tourists. Journal of Cultural Heritage Tourism, 9(1), 45-62.
Kramsch, C. (2014). Language and culture in second language learning. In N. H. Hornberger (Ed.), Sociolinguistics and language education (pp. 403-427). Multilingual Matters.
Krippendorff, K. (2019). Content analysis: An introduction to its methodology (4th ed.). SAGE Publications.
Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic inquiry. SAGE Publications.
Moleong, L. J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi Revisi). Remaja Rosdakarya.
Mulyana, D. (2004). Metodologi penelitian kualitatif: Paradigma baru ilmu komunikasi dan ilmu sosial lainnya. Remaja Rosdakarya.
Nurgiyantoro, B. (2018). Nilai-nilai pendidikan karakter dalam cerita rakyat Nusantara. Jurnal Pendidikan Karakter, 8(2), 123-137.
Parsadaan Marga Harahap Dohot Anakboruna. (1993). Horja: Adat istiadat dalihan na tolu. Parsadaan Marga Harahap.
Purnomo, A., & Dewi, K. S. (2023). Cross-cultural storytelling: Introducing Javanese folklore to international students. Indonesian Journal of Applied Linguistics, 12(3), 654-668.
Ritonga, P., & Azhar, R. (2002). Sistem pertuturan masyarakat Tapanuli Selatan. Yandira Agung.
Sibarani, R. (2021). Antropolinguistik: Antropologi linguistik-linguistik antropologi. Poda.
Sugono, D. (Ed.). (2005). Buku praktis bahasa Indonesia (Jilid 2). Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional.
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Lembaga BIPA UMSU
Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
Kampus Utama
Jl. Kapten Muchtar Basri No.3, Glugur Darat II,Medan
Sumatera Utara-20238
📞 Informasi:
+62 821-3145-7137 (Rahma)
+62 877-6337-1161 (Annisa)
🔗 Link Pendaftaran:
https://linktr.ee/SEBIPA2026, E-mail: sebipa@umsu.ac.id
This work is licensed under aCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

